Siwalatri, Lubdaka, dan vegetarian

Siwalatri, Lubdaka, dan vegetarian

Siwalatri identik dengan cerita Lubdaka. Seorang pemburu yang mendapat berkat Siwa menuju Siwaloka sehingga batal ke neraka.

Cerita diawali ketika Lubdaka berburu dipagi hari masuk ke dalam hutan dan tidak menemui seekor binatang. Hingga senja tiba dan berganti malam. Karena takut dimakan buruannya dia memanjat pohon dan tidak berani tidur. Untuk menjaga tetap terjaga dia memetikdaun bila sebanyak 108 lembar. Hingga pagihari dia turun dan kembali ke rumahnya. Semenjak saat itu ia berjanji untuk tidak berburu lagi hingga ajalnya tiba.

Tersurat begitu sederhana untuk ke Siwaloka (surga) cukup puasa 24 jam dan begadang sampai fajar saat Siwa melakukan semadinya. Sedangkan Yudistira yang hanya sekali berbohong dan berjudi tetap merasakan neraka.

Terkadang kita mematikan logika saat menyimak sesuatu apalagi yang berhubungan dengan keyakinan agama kita. Mari kita gunakan logika untuk menganalisis cerita diatas.

Lubdaka tinggal dipingir hutan dan menjadi pemburu untuk bertahan hidup. Dengan ini kita bisa katakan bahwa beliau tidak sarapan sebelum berburu, apalagi jaman dulu tidak ada olahan dengdeng atupun abon dari daging.

Setelah berburu seharian dan malam tiba ia mulai ketakutan dan merasakan posisi sebagai binatang yang diburu ketakutan sebagai mangsa.

Untuk menghindari binatang buas ia memanjat ke atas pohon dan tetap terjaga agar tidak jatuh ke tanah. Di atas pohon Bila dia memetik 108 lembar daun semalaman agar tetap terjaga. yang jadi pertanyaan kenapa 108? ya itu adalah jumlah biji genitri kita umat Hindu. Bagi kepercayaan sebagaian masyarakat Tiongkok ini merupakan satu siklus surga yaitu 10.800 tahun. Dengan pertobatan dan bersumpah tidak membunuh lagi, ia mengingat setiap binatang yang ia bunuh. Dan merasakan betapa ketakutan ia saat diburu.

Saat fajar baru turun dan kembali ke rumahnya. Pada jaman itu kehidupan selain pemburu adalah petani. Pada jaman itu belum ada supermarket, sehingga kita bisa asumsikan Lubdaka akan makan hasil tanaman saja (vegetarian), karena ia bersumpah tidak akan membunuh binatang lagi sampai akhir hayatnya.

Ketika meninggal ia dijemput malaikat maut untuk dibawa ke neraka, namun diperjalanan dihentikan utusan Siwa karena akan dibawa ke Siwaloka (surga).

Bisa disimpulkan disini bahwa Lubdaka melakukan pertobatan dengan tidak membunuh binatang lagi, berwelas asih yang bisa dimulai dengan Vegetarian.

Please follow and like us:
error20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *