Bahkan kucingpun ingin bunuh diri

Sebuah dejavu terjadi hari ini saat kami melintas di jalan dan seokor kucing terdiam tanpa peduli akan dilindas hingga kami terpaksa turun untuk mengusirnya dari jalan. Tatapan kucing yang entah menatap kami dengan pikiran apa. Seakan menertawakan kemunafikan manusia yang gila pengakuan dan penghargaan.

Ya kita manusia dilingkupi ambisi menjadi nomer satu, menjadi pemegang piala, menjadi manusia yang digelari pahlawan, menjadi penerima tepuk tangan. Tanpa peduli di mana kaki kita menapak, siapa yang korbankan waktu untuk gemuruh tepukan yang kita terima. Siapa yang menyeka air mata kita, yang tak bekerja demi dengar keluh-kesah kita, yang kita injak-injak demi meninggikan diri kita.

Lingkungan ini dipenuhi eksistensi personal, yang berdiri diatas tumpukan personal yang ia injak-injak. Lingkungan di mana “like”, “follower”, dan foto jadi kasta dunia. Ya dunia di mana pepatah pernah katakan “habis manis sepah dibuang”. Dunia kapitalisme yang memandang sesama sebagai aset yang menguntungkan atau tidak dari omzet dan kotrol. Dunia yang menolak perbedaan cara pandang, dan sumber pangan, apalagi cara mencintai Tuhan.

Keadaan yang pernah disinggung salah satu guru kami di Taiwan, beliau bertanya : “yang mana dari bahan sebuah rumah yang paling penting?” ya semua bagian rumah bisa mengaku penting terlebih yang terlihat di permukaan. Cat bisa berkata saya paling penting karena saya membuat rumah ini cantik. Namun tembok berkata : tanpa saya apalah kamu cat? Dan pondasi menyahut: memang kalian berdiri diatas siapa?

Sekarang kita berlomba lomba menjadi cat yang terlihat di depan umum dan dipuji banyak orang tanpa peduli sebuah kerjasama dari banyak orang di balik semua keberhasilan kita. Kita habiskan hidup untuk percaya yang di permukaan adalah kebenaaran itu, kita lupa bahwa berlian itu terkubur jauh di dalam tanah, sama seperti sebuah kebenaran. Kita di doktrin untuk menagatakan yang baik dengan menunjukan yang tidak baik, kami positif karena kalian negatif. Dogma yang mudah dimanfaatkan untuk keperluan orang-orang yang berkepentingan dengan ditambah sedikit bumbu akan menjadi penggerak kekuasaan.

Dan kucingpun ingin bunuh diri melihat kita berlomba dalam ego yang ujungnya adalah bego.

Please follow and like us:
error20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *